Effectiveness of soaking in bilimbi (Averrhoa bilimbi) extract in the treatment of formalin-contaminated salted lencam fish (Lethrinidae)

Authors

  • Harianti Harianti Institut Teknologi Dan Bisnis Maritim Balik Diwa, Indonesia
  • Meri Astuti Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa, Indonesia
  • Ratnawati Ratnawati Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa, Indonesia
  • Besse Firma Jamal Universitas Wira Bhakti, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21831/jps.v30i1.94485

Keywords:

salted lencam fish, Averrhoa bilimbi, formalin reduction, food safety

Abstract

The widespread use of formalin as an illegal preservative in fish products poses serious risks to public health, highlighting the urgency of developing safe and natural mitigation methods. This study investigates the effectiveness of soaking salted lencam fish (Lethrinidae) in bilimbi (Averrhoa bilimbi L.) extract to reduce formalin levels. The research was conducted from August to September 2022 in three traditional markets—Palattae, Laccibung, and Patimpeng—in Bone Regency, Indonesia, with laboratory analysis performed at the Fishery Product Quality Implementation Center. An experimental approach was used, involving samples obtained from six fish traders, of which two samples (A1 and B2) were identified as positive for formalin contamination. These samples were treated by soaking in 70% bilimbi extract for 30 minutes, and data were analyzed using a paired t-test with SPSS 16.0. The results showed a notable reduction in formalin levels, where sample A1 decreased from 9 mg/kg to 5.6 mg/kg and sample B2 from 9 mg/kg to 5.2 mg/kg, with an average reduction of approximately 62% (60% and 64%, respectively). These findings indicate that bilimbi extract is effective as a natural agent for reducing formalin contamination in salted fish products. In conclusion, soaking salted lencam fish in bilimbi extract provides a practical and safer alternative for improving food safety and protecting consumer health. 

References

A.E. Novitasari & Rizki 2016. Pengaruh penambahan konsentrasi jeruk nipis (Citrusaurantifolia s.) terhadap penurunan kadar formalinpada udang vannami (Letapenaeus vannamei) dengan spektrofotometer visible. Jurnal Sains, vol. 6, no. 11, pp. 7-14.

Arel, A., B.A Martinus, H. Sya‟diyah Halimatun. 2016. Penentuan Pengurangan Kadar Formalin pada Ikan Asin Sepat dengan Perendaman Perasan Belimbing Wuluh dan Variasi Suhu Akuades. Jurnal Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Yayasan Perintis Padang. 1(2): 36-41.

A. P. Roswiem & T. Septia. 2018. Identifikasi formaldehida dalam tahu dan mie basah pada produk pedagang jajanan di sekitar kampus Universitas YARSI Jakarta. Jurnal Kedokteran Yarsi, vol. 26, no. 3, pp. 112-118.

Agency for Toxic Substance and Disease Registry. 2008. Formaldehyde. Available from: http://www.atsdr.cdc.gov/To x Profiles/tp111-c1-b.pdf. Diakses pada tanggal 15 September 2022.

B. Zakaria, T. Sulastri, & Sudding 2014. Analisis kandungan formalin pada ikan asin katamba (Lethrinus lentjan) yang beredar di Kota Makassar. Chemica, Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia, vol. 15, no. 2, pp. 16–23.

C. U. Nurdiani & E. Sriwiditriani. 2021. Analisis formalin pada cumi asin yang dijual di pasar tradisional wilayah pandeglang dengan menggunakan metode spektrofotometri, Anakes. Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, vol. 7, no. 2, pp. 217-225.

Fessenden, R. J. & Fessenden, J. S.1986. Kimia Organik. Terjemahan oleh Aloysius Handyana Pudjaatmaka. Erlangga, Jakarta.

Menteri Kesehatan RI. 2012. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Nur, M. 2017. Pengaruh Perendaman Air Cucian Beras dan Sari Belimbing Wuluh (Everrhoa belimbi) terhadap Penurunan Konsentrasi Formalin pada Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Segar. [SKRIPSI]. Makassar (ID): Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Balik Diwa Makassar.

Riawan, S. & Syarifudin, S.T., Lyndon, S., & Editor.1990. Kima Organik untuk Mahasiswa Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Perawat. Edisi ke-1. Binarupa Aksara, Jakarta.

Sugiarti, M. & Aminah, S. 2019. Pengaruh waktu perendaman terhadap penurunan kadar formalin pada cumi-cumi asin. Jurnal Analis Kesehatan. 8(2): 58-61.

T.M. Sari, Dira, & Shinta. 2017. Analisis formalin pada ikan asin kembung di beberapa pasar di Kota Padang dengan metoda spektrofotometer Uv-Vis, UNES. Journal of Scientech Research, vol. 2, no. 2, pp. 159-166.

Wikanta, W., Yusuf A., Sumarno & Moh. Amin. 2011. Pengaruh Penambahan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbiL) dan Perebusan terhadap Kadar Residu Formalin dan Profil Protein Udang Putih (Letapenaeeus vannamel) Berformalin serta Pemanfaatannya Sebagai Sumber Pendidikan Gizi dan Keamanan Pangan Pada Masyarakat. Berk. Penel. Hayati. Edisi Khusus: 6B. Hal.33-39.

Z. Adindaputri, N. Purwanti, & I.A. Wahyudi. 2013. Pengaruh ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia swingle) konsentrasi 10% terhadap aktivitas enzim Glukosiltransferase streptococcus mutans. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia, vol. 20, no. 2, pp. 126-13.

Published

2026-04-01

How to Cite

Harianti, H., Astuti, M., Ratnawati, R., & Jamal, B. F. (2026). Effectiveness of soaking in bilimbi (Averrhoa bilimbi) extract in the treatment of formalin-contaminated salted lencam fish (Lethrinidae). Jurnal Penelitian Saintek, 30(1). https://doi.org/10.21831/jps.v30i1.94485

Issue

Section

Articles

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.