KETAHANAN LUNTUR WARNA KAIN KATUN JUMPUTAN EKSTRAK SERABUT KELAPA PADA JUMLAH PENCELUPAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan kain katun primisima bermotif jumputan menggunakan ekstrak serabut kelapa pada variasi jumlah pencelupan sebanyak lima dan sepuluh kali serta menganalisis ketahanan luntur warna yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain Posttest-Only Design. Objek penelitian berupa kain katun primisima bermotif jumputan yang diwarnai menggunakan ekstrak serabut kelapa dengan variasi pencelupan lima dan sepuluh kali. Proses mordanting dan fiksasi menggunakan tawas. Ketahanan luntur warna diuji terhadap pencucian suhu 40°C, cahaya terang hari, panas penyetrikaan kering, dan panas penyetrikaan basah berdasarkan standar SNI ISO 105 Series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan memiliki perubahan warna kategori sedang terhadap pencucian dengan tingkat penodaan warna yang sangat kecil. Ketahanan luntur terhadap cahaya terang hari berada pada kategori baik, sedangkan pada penyetrikaan kering dan basah menunjukkan perubahan warna dan penodaan warna yang sangat kecil. Variasi jumlah pencelupan menghasilkan perbedaan intensitas warna secara visual, tetapi tidak menunjukkan perbedaan yang berarti terhadap karakteristik ketahanan luntur warna.