CIVIL SOCIETY, KONSEP UMMAH DAN MASYARAKAT MADANI
Konsep ummah, civil society dan mayarakat madani mempunyai
definisi dan penjelasan yang cenderung mempunyai beberapa persamaan.
Ketiganya mempunyai landasan yang sama yakni menekankan pada prinsipprinsip
toleransi, desentralisasi, kewarganegaraan, aktivisme dalam ruang publik,
sukarela, swasembada, swadaya, otonom, dan konstitusionalisme dan sebagainya.
Meskipun demikian, pemahaman dan aplikasi tentang ketiga konsep tersebut tidak
bisa dikerucutkan kedalam satu pemikiran yang seragam. Civil society lebih
menginduk dari proses sejarah masyarakat Barat. Dalam hubungannya dengan
sejarah panjang umat Islam, pola-pola seperti yang tercermin dalam konsep civil
society tersebut sudah dibangun oleh Rasullullah ketika di Madinah dengan
konsep Ummah, yang tercatat dalam Piagam Madinah. Sementara konsep
Masyarakat Madani merupakan suatu istilah untuk memudahkan dan memaknai
konsep civil society dan konsep ummah dalam konteks Islam dan Indonesia.
Kata Kunci : Civil Society, Konsep Ummah, Masyarakat Madani
Authors retain the copyright of their published work.
By submitting and publishing in Humanika Journal, authors grant the journal the right of first publication and authorize the distribution of their work under the Creative Commons Attribution-NonComercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY- NC-SA 4.0) license.
Authors are required to submit a signed License to Publish Agreement as a supplementary file during submission. This agreement grants publication rights to the journal while allowing authors to retain copyright.
Author Rights
Authors are permitted to:
- Share their published articles on personal websites, institutional repositories, and academic networks.
- Use the article in teaching, presentations, and future work.
- Distribute the published version of record with proper citation to the journal.

