Batik Magelang sebagai Media Pendidikan Masyarakat dalam Penguatan Identitas Lokal dan Karakter
DOI:
https://doi.org/10.21831/diklus.v10i2.95201Abstract
Abstrak
Batik tidak hanya merupakan produk budaya, tetapi juga media pendidikan yang mewariskan nilai lokal, filosofi, dan karakter melalui pembelajaran sepanjang hayat. Namun, kajian Batik Magelang sebagai media pendidikan masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik Batik Magelang dalam memperkuat identitas lokal dan membentuk karakter masyarakat serta mengembangkan model pendidikan masyarakat berbasis Batik Magelang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dipilih secara purposive, meliputi perajin batik, budayawan, pendidik, pelaku komunitas, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Batik Magelang merepresentasikan kearifan lokal, sejarah, religiusitas, harmoni dengan alam, dan gotong royong yang diinternalisasikan melalui pelatihan membatik, komunitas budaya, pameran, dan kegiatan edukatif lintas generasi. Proses tersebut membentuk karakter tanggung jawab, disiplin, kreativitas, kerja sama, kepedulian sosial, dan kebanggaan terhadap identitas lokal. Novelty penelitian terletak pada model pendidikan masyarakat berbasis Batik Magelang yang mengintegrasikan simbol budaya dan pembelajaran sepanjang hayat melalui empat tahap: pengenalan budaya, partisipasi, internalisasi nilai, dan aktualisasi karakter. Model ini menempatkan Batik sebagai media pendidikan masyarakat untuk memperkuat identitas lokal, karakter, dan keberlanjutan budaya.
Kata Kunci: batik magelang, pendidikan masyarakat, identitas lokal, karakter
Magelang Batik as a Community Education Medium in Strengthening Local Identity and Character
Abstract
Batik is not merely a cultural product but also an educational medium that transmits local values, philosophies, and character traits through lifelong learning. However, studies on Magelang Batik as a medium for community education remain limited. This research aims to analyze the symbolic meaning of Magelang Batik in strengthening local identity and shaping community character, as well as to develop a community education model based on Magelang Batik. The study employs a qualitative approach with a phenomenological design. Informants were selected purposively, comprising batik artisans, cultural figures, educators, community activists, and members of the general public. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and subsequently analyzed using the interactive model developed by Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that Magelang Batik motifs represent local wisdom, history, religiosity, harmony with nature, and the spirit of mutual cooperation (*gotong royong*); these elements are internalized through batik training, cultural communities, exhibitions, and intergenerational educational activities. This process fosters character traits such as responsibility, discipline, creativity, cooperation, social awareness, and pride in local identity. The research's novelty lies in the Magelang Batik-based community education model, which integrates cultural symbolism and lifelong learning across four stages: cultural introduction, participation, value internalization, and character actualization. This model positions Batik as a medium for community education to strengthen local identity, character, and cultural sustainability.
Keywords: magelang batik, community education, local identity, character
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 sukron mazid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to its articles' full texts and allows readers to use them for any other lawful purpose. Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article shall be assigned to Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
![]() | Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. |









