Integrasi AI Generative: Co-Teacher dalam Pembelajaran Literasi Budaya Lokal di PAUD Bismillah

Authors

  • Ahmad Rizaldi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Ahmad Fauzi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Nining Purwaningsih Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21831/diklus.v10i1.91511

Abstract

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana AI generatif digunakan sebagai co-teacher dalam pembelajaran literasi budaya lokal di PAUD Bismillah dan bagaimana hal itu berdampak pada keterlibatan belajar anak usia dini.  Subjek penelitian adalah seorang guru kelas B dan dua belas anak berusia 5 hingga 6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis output AI menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI generatif dapat secara cepat, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran PAUD menyediakan cerita dan ilustrasi budaya lokal. Konten yang dihasilkan AI, baik teks maupun gambar, meningkatkan fokus, partisipasi verbal, dan meningkatkan kemampuan anak untuk mengenali tokoh, tempat, dan nilai budaya.  Pertanyaan AI sederhana seperti "Siapa ini?" atau "Badaknya warna apa?" efektif mendorong anak untuk belajar berbicara. Guru masih sangat penting dalam menyaring data, memberikan penjelasan tambahan, dan memastikan bahwa anak sesuai dengan budaya dan bahasanya.  Menurut penelitian ini, AI generatif tidak menggantikan peran guru. Sebaliknya, melalui penyediaan materi multimodal yang menarik dan beragam, itu meningkatkan pembelajaran literasi budaya lokal. Kolaborasi guru, AI, dan anak menghasilkan pola pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan relevan untuk PAUD.

Kata kunci: AI generatif, co-teacher, literasi budaya, PAUD, storytelling

 

Generative AI Integration: Co-Teacher in Local Cultural Literacy Learning at Bismillah Early Childhood Education Center

Abstract

The purpose of this study is to explain how generative AI is utilized as a co-teacher in local cultural literacy learning at PAUD Bismillah and how it influences young children’s learning engagement. The research subjects consisted of one kindergarten B teacher and twelve children aged five to six years. Data were collected through observation, interviews, documentation, and analysis of AI-generated outputs using a descriptive qualitative approach. The findings indicate that generative AI can rapidly and flexibly provide local cultural stories and illustrations that align with early childhood learning needs. AI-generated content both text and images enhances children’s focus, verbal participation, and their ability to recognize cultural characters, settings, and values. Simple AI prompts such as “Who is this?” or “What color is the rhino?” effectively encourage children to speak and interact. Meanwhile, the teacher remains essential in filtering information, offering additional explanations, and ensuring cultural and linguistic accuracy for the children. This study concludes that generative AI does not replace the teacher’s role. Instead, it strengthens local cultural literacy learning by providing engaging and varied multimodal materials. The collaboration between the teacher, AI, and children produces a more interactive, meaningful, and relevant learning pattern for early childhood education.

Keywords: generative AI, co-teacher, cultural literacy, early childhood education, storytelling

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

[1]
Rizaldi, A. et al. 2026. Integrasi AI Generative: Co-Teacher dalam Pembelajaran Literasi Budaya Lokal di PAUD Bismillah. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah. 10, 1 (Mar. 2026), 12–23. DOI:https://doi.org/10.21831/diklus.v10i1.91511.

Issue

Section

Articles

Citation Check