Pemberdayaan Ekonomi Sirkular Bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Melalui Inovasi Tasbih Ramah Lingkungan

Authors

  • Rubiyantiningsih Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Dinda Nurlisa Septiana Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Dafid Slamet Setiana Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21831/diklus.v9i2.83878

Abstract

Konteks darurat sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta akibat penutupan TPA Piyungan telah mendorong penelitian yang mengintegrasikan model ekonomi sirkular berbasis pendidikan nonformal dan pemberdayaan perempuan. Studi ini bertujuan untuk membumikan konsep ekonomi sirkular dan kesadaran lingkungan masyarakat yang diimplementasikan terhadap kelompok rentan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui inovasi tasbih dari limbah tutup botol plastik. Metode dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui lima tahap partisipatif: asesmen lapangan, penyusunan program, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi, serta akuntabilitas dan pelaporan program. Terselenggara selama tiga bulan, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta FGD bersama seluruh mitra sebagai informan. Selanjutnya, analisis data dilakukan secara induktif mengikuti model Miles & Huberman yang meliputi tahap kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Program ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas ±15 PEKKA dengan produksi tasbih sebanyak 10 kg sampah plastik, penjualan 35 produk yang menghasilkan  Rp900.000, penguatan jaringan sosial, dan perubahan perilaku pengelolaan sampah.

Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, ekonomi sirkular, tasbih ramah lingkungan

 

Empowering Women Heads of Households (PEKKA) through a Circular Economy: Innovation in Eco-Friendly Prayer Beads (Tasbih)

 

Abstract

The emergency context of waste in the Special Region of Yogyakarta due to the closure of the Piyungan landfill has prompted research that integrates a circular economy model based on non-formal education and women's empowerment. This study aims to ground the concept of circular economy and environmental awareness among the community implemented for vulnerable groups of Women Heads of Households (PEKKA) through the innovation of rosary beads made from plastic bottle cap waste. The method was implemented using a Participatory Action Research (PAR)  through five participatory stages: field assessment, program development, program implementation, monitoring and evaluation, and program accountability and reporting. Conducted over three months, data was collected through interviews, observations, documentation, and focus group discussions with all partners as informants. Subsequently, data analysis was conducted inductively following the Miles & Huberman model, which includes the stages of condensation, presentation, and drawing conclusions from the data. The program demonstrated an increase in the capacity of approximately 15 PEKKA members, with the production of 10 kg of plastic waste in the form of prayer beads, the sale of 35 products generating IDR900,000, strengthened social networks, and changes in waste management behavior.

Keywords: women's empowerment, circular economy, eco-friendly prayer beads

Author Biography

Rubiyantiningsih, Universitas Negeri Yogyakarta

Nonformal Education

Downloads

Published

2025-09-28

How to Cite

[1]
Rubiyantiningsih et al. 2025. Pemberdayaan Ekonomi Sirkular Bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Melalui Inovasi Tasbih Ramah Lingkungan . Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah. 9, 2 (Sep. 2025), 203–214. DOI:https://doi.org/10.21831/diklus.v9i2.83878.

Issue

Section

Articles

Citation Check