Implementasi Pendampingan Keluarga Pra Sejahtera Berbasis Andragogi dalam Program Keluarga Harapan
DOI:
https://doi.org/10.21831/diklus.v10i2.101432Abstract
Abstrak
Pendampingan sosial dalam Program Keluarga Harapan (PKH) belum banyak dikaji sebagai proses pembelajaran orang dewasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendampingan keluarga pra sejahtera berbasis andragogi dalam Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) serta kontribusinya terhadap pemberdayaan keluarga penerima manfaat di Kabupaten Purwakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan koordinator kabupaten PKH, pendamping sosial, dan keluarga penerima manfaat yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2K2 menerapkan prinsip andragogi melalui pembelajaran berbasis kebutuhan, pengalaman, dialog partisipatif, dan pemecahan masalah. Pendampingan berkontribusi terhadap pengetahuan, keterampilan, kesadaran, dan partisipasi sosial KPM. Kontribusi terhadap kemandirian ekonomi belum optimal karena monitoring hasil pembelajaran dan tindak lanjut pascapembelajaran belum sistematis.
Kata Kunci: andragogi, pemberdayaan keluarga, pendampingan sosial, family development session, program keluarga harapan
Implementation of Andragogy-Based Mentoring for Underprivileged Families within the Family Hope Program
Abstract
Social assistance in the Program Keluarga Harapan (PKH) has rarely been examined as a form of adult learning. This study aims to analyze the implementation of andragogy-based assistance for disadvantaged families through the Family Development Session (FDS), known as Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), and its contribution to the empowerment of beneficiary families in Purwakarta Regency. This study employed a descriptive qualitative approach involving PKH district coordinators, social facilitators, and beneficiary families selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, with source and method triangulation. The findings show that FDS applies andragogical principles through needs-based learning, the use of participants’ experiences, participatory dialogue, and problem-solving. The assistance contributes to beneficiaries’ knowledge, skills, awareness, and social participation. However, its contribution to economic self-reliance remains limited due to the lack of systematic post-learning monitoring and follow-up.
Keywords: andragogy, family empowerment, social assistance, family development session, keluarga harapan program
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Tuti Alawiyah, Viena Rusmiati Hasanah, Nike Kamarubiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to its articles' full texts and allows readers to use them for any other lawful purpose. Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article shall be assigned to Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
![]() | Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. |




