Tantangan Kolaborasi Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat dalam Mewujudkan Lingkungan Belajar Aman
DOI:
https://doi.org/10.21831/diklus.v10i2.101422Abstract
Bullying menjadi persoalan yang terus berulang meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, sementara penerapan pendekatan multidimensional yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat secara terintegrasi masih belum optimal dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penerapan lingkungan belajar aman berbasis pendekatan multidimensional, mengidentifikasi bentuk-bentuk bullying, dan merumuskan strategi efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan 29 informan yang terdiri dari: kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi digunakan untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bentuk bullying yang terjadi meliputi fisik, verbal, sosial, finansial, dan digital. Hambatan utama penerapan lingkungan belajar aman mencakup minimnya fasilitas sekolah, kurangnya sosialisasi, serta rendahnya pemahaman guru. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan pendekatan multidimensional sangat ditentukan oleh sinergi kolaboratif yang diwujudkan melalui integrasi program pengembangan karakter dan pencegahan kekerasan ke dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, seperti Proyek P5, kegiatan Imtaq, pesantren kilat, dan gema haji. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model lingkungan belajar aman berbasis kolaborasi dalam mencegah dan menangani bullying secara berkelanjutan.
Kata Kunci: bullying, lingkungan belajar, pendekatan multidimensional, kolaborasi
Challenges of School–Family–Community Collaboration in Creating Safe Learning Environments
Abstract
Bullying remains a recurring issue despite various prevention efforts; meanwhile, the implementation of an integrated, multidimensional approach involving schools, families, and the community has yet to optimally create a safe learning environment. This study aims to analyzed the challenges of implementing a safe learning environment based on a multidimensional approach, identify forms of bullying, and formulate effective strategies to create such an environment. A qualitative case study approach was employed, involving 29 informants comprising school principals, teachers, students, and parents. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyze used data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with triangulation techniques used to ensure data validity. The results indicate that the forms of bullying occurring include physical, verbal, social, financial, and digital types. Key obstacles to implementing a safe learning environment include inadequate school facilities, a lack of awareness-raising, and limited teacher understanding. The study's primary found reveals that the successful implementation of a multidimensional approach relies heavily on collaborative synergy, achieved by integrating character development and violence prevention programs into both intracurricular and extracurricular activities such as the P5 Project, Imtaq activities, short-term Islamic boarding schools, and Hajj echoes. This research contributes to the development of a collaboration based safe learning environment model for the sustainable prevention and management of bullying.
Keywords: bullying, learning environment, multidimensional approach, colaboration
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Yasar Ramdan, Zohrani Zohrani, Riska Fararizwani, Pitri Dwi Handayani, Desy Sofiana Azila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to its articles' full texts and allows readers to use them for any other lawful purpose. Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article shall be assigned to Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
![]() | Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. |









