Ekologi Inklusi di Tepi Sungai: Bagaimana Norma Keluarga, Sekolah, Komunitas, dan Budaya Membentuk Kekuatan Belajar Siswa Penyandang Disabilitas

-

Authors

July 21, 2026
July 21, 2026

Downloads

Abstract: Banjir berulang di wilayah aliran sungai mengganggu keberlanjutan belajar siswa, terutama siswa penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana ekologi belajar inklusif terbentuk dan beradaptasi dalam situasi bencana melalui studi multikasus pada tiga sekolah di daerah rawan banjir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk memetakan dinamika antarlevel sistem berdasarkan teori ekologi Bronfenbrenner, Universal Design for Learning (UDL), dan prinsip Disaster Risk Reduction (DRR). Temuan penelitian menunjukkan adanya mekanisme adaptasi berlapis pada tingkat mikro, meso, ekso, dan makro yang memungkinkan keberlangsungan pembelajaran inklusif selama krisis. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan model Ecological System of Adaptation (ESA-Adapt) yang menegaskan pentingnya fleksibilitas pedagogis, dukungan komunitas, dan respons kebijakan yang inklusif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian ekologi pendidikan serta implikasi praktis bagi penguatan pendidikan tangguh bencana. Namun, temuan penelitian dibatasi oleh cakupan geografis yang hanya meliputi sekolah-sekolah di sepanjang bantaran sungai tertentu sehingga generalisasi perlu dilakukan secara hati-hati.

Keywords: ekologi belajar, pendidikan inklusif, resiliensi, banjir, ESA-Adapt.