Solidaritas Sosial dalam Marginalisasi Masyarakat Miskin (Studi di Dusun Kentheng Kota Surakarta)

Authors

  • Khalis Asyifani
    khalisyifa@student.uns.ac.id
    Program Studi Sosiologi,Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret
  • Muhammad Alif Alauddin Program Studi Sosiologi,Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret
  • Herlina Herlina Program Studi Sosiologi,Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret
  • Khexe Purnamasari Program Studi Sosiologi,Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret

Downloads

Kemiskinan adalah permasalahan sosial yang erat kaitannya dengan masyarakat marginal. Ukuran kemiskinan umumnya menggunakan pendekatan ekonomi, sehingga tingkat pemenuhan kebutuhan pokok menjadi perhatian yang dianggap paling penting. Akan tetapi ditinjau dari tingkat pemenuhan hidup di kota, dapat dipahami bahwa kemiskinan tidak berkata demikian, namun kebudayaan yang muncul sebagai warisan dari generasi tua yang terbelakang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara kemiskinan pada masyarakat pinggiran dengan solidaritas sosial yang terjadi di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi literatur, studi dokumentasi, Peer-Group Discussion bersama mahasiswa Sosiologi FISIP UNS di bawah supervisi sosiolog pedesaan, serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) latar belakang kemiskinan yang sama menyebabkan gaya hidup gotong royong. (2) Solidaritas ini membuat masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. (3) Solidaritas diantara mereka membuat mereka bisa bertahan hidup ditengah kemiskinan. Solidaritas sosial menjadi faktor keberlangsungan hidup mereka.